Apr 17 2009

Prediction of Rainfall Applies Model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) for Know Water Balance to Support Sustainable Agriculture

Published by chandra under Sciences

ABSTRAK

Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia, sehingga tidak heran jika pangan memiliki makna yang sangat berarti bagi kehidupan manusia dan seluruh bangsa di dunia. Masalah pangan akan menjadi isu yang mewabah ke sektor lain, bahkan akan mengancam stabilitas suatu negara jika akses masyarakat untuk mendapatkan pangan terhambat, karenanya sudah semestinya setiap negara memikirkan bagaimana mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Ketahan pangan akan terwujud jika pertanian mampu menghasilkan output secara optimal dan berkelanjutan (sustainable) pula. Pertanian yang optimal dan berkelanjutan akan terwujud jika di dukung oleh lingkungan yang sesuai dan sistem pertanian yang baik. Lingkungan yang sesuai tanpa didukung oleh sistem pertanian yang baik tidak akan mampu mewujudkan pertanian yang optimal dan berkelanjutan, begitu juga sebaliknya. Guna mewujudkan lingkungan yang sesuai, perlu adanya studi yang mendalam tentang lingkungan, mengingat banyaknya komponen lingkungan yang tidak bisa diprediksi setiap saat dengan pasti slah satunya adalah curah hujan. Curah hujan merupakan komponen lingkungan yang menjadi sumber utama untuk menyediakan kebutuhan air bagi tanaman. Curah hujan yang berlebih ataupun yang kurang tentu akan menghambat proses produksi, karenanya kita perlu mempelajari pola/karakteristik hujan sehingga menemukan solusi terbaik guna mengatasi permasalahan terkait.

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi curah hujan di masa mendatang, sehingga kita bisa memprediksi ketersediaan air di masa mendatang. Tujuan khusus penelitian ini adalah, dengan mengetahui ketersediaan air dimasa mendatang maka kita dapat menentukan solusi untuk mengatasi permasalahan yang akan terjadi yaitu melalui usaha rekayasa pertanian baik itu merekayasa pola tata tanam, jenis komoditi ataupun merekayasa cara tanam guna mewujudkan produksi pertanian yang optimal menuju ketahanan pangan nasional. Metode prediksi dilakukan dengan menggumpulkan data curah hujan 20 tahun terakhir, kemudian menganalisanya menggunakan model Autoregressive Integrated Moving Average(ARIMA) sehingga kita bias mengetahui karakter hujan di masa mendatang.

No responses yet

Mar 06 2009

PERUBAHAN IKLIM DAN KETAHANAN PANGAN

Published by chandra under General

Masalah perubahan iklim (climate change) sudah menjadi topik pembicaraan hangat dalam kurun waktu sekitar 3 dekade terakhir oleh masyarakat dunia. Dampaknya pun semakin buruk terhadap semua sektor kehidupan termasuk disektor pertanian. Perubahan iklim disebabkan karena menipisnya lapisan ozon dan meningkatnya penggunaan karbondioksida (CO2) oleh negara-negara industri. Menipisnya lapisan ozon (O3) karena penggunaan CFC yang mengakibatkan terurainya O3 di udara. Berkurangnya O3 mengakibatkan radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi meningkat, sehingga suhu permukaan bumi meningkat. Peningkatan penggunaan CO2 juga menyebabkan meningkatnya suhu bumi karena CO2 yang tertahan lapisan atmosfer akan menimbulkan efek rumah kaca. Meningkatnya suhu bumi akan mempengaruhi anasir-anasir iklim lainnya seperti curah hujan dan angin. Iklim merupakan komponen abiotik dari suatu lingkungan produksi yang mempengaruhi komponen lainnya khususnya komponen biotik seperti manusia, hewan dan tumbuhan dimana tumbuhan merupakan komponen yang paling sensitif terhadap perubahan karakteristik suatu iklim. Iklim merupakan koponen yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia, khususnya dalam skala global.

Perubahan iklim yang tidak menentu dan tidak terkontrol akan berdampak pada produksi pertanian yang tidak menentu pula. Dampak terburuk adalah jika produksi pertanian semakin menurun yang akhirnya berdampak pada masalah ketahan pangan. Sebagai contoh, kita bisa melihat dampak ekstrim adanya perubahan iklim terhadap produksi tanaman padi. Adanya peningkatan temperatur bumi, maka evaporasi dari permukaan bumi ataupun dari permukaan air laut akan meningkat pula sehingga kandungan uap air akan meningkat dibandingkan pada keadaan normal. Adanya perubahan suhu yang ekstrim mengakibatkan perbedaan tekanan yang ekstrim pula sehingga memicu pergerakan angin yang tak terkendali dan tidak bisa diprediksi (unpredictable) dengan pasti. Munculnya angin yang bersifat merusak dan Hujan dengan intensitas tinggi bisa terjadi kapan dan dimana saja yang mengakibatkan kerusakan. Banjir melanda hampir diseluruh wilayah Indonesia yang tidak hanya merusak pemukiman warga, tetapi juga merusak tanaman pangan termasuk tanaman padi. Komoditi pertanian lainyapun seperti perikanan dan peternakan ikut menjadi korban adanya musibah banjir ataupun angin.

Perubahan iklim telah memberikan ancaman yang sangat serius terhadap ketahan pangan nasional. Kita tentu harus secepatnya mengkritisi masalah ini untuk menemukan solusi terbaik dari permasalahan ini. Pengamatan terhadap karakteristik iklim pada saat ini merupakan hal yang sangat penting, sehingga kita bisa mengtahui trend yang terjadi. Dengan mengetahui karakter iklim saat ini, tentu kita telah memiliki kerangka dasar untuk merumuskan solusi. Tanpa adanya suatu studi tentang pengaruh perubahan iklim terhadap produksi pertanian, maka akan sulit bagi kita dalam mengambil keputusan dalam mengatasi dampak perubahan iklim.

No responses yet

Feb 27 2009

Selamat Datang di staff.ugm.ac.id

Published by chandra under General

Welcome to Website Staff Universitas Gadjah Mada. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

One response so far